2 mins read

Rahasia Menata Embedded Finance Tanpa Membebani Penghasilan

Pernahkah Anda membeli tiket kereta api secara online, lalu dalam satu aplikasi bisa sekaligus memilih asuransi perjalanan, membayar dengan cicilan, dan mendapatkan cashback yang masuk ke dompet digital? Kemudahan seperti ini merupakan salah satu contoh penggunaan embedded finance, ketika layanan keuangan terhubung langsung dengan aplikasi non-keuangan.

Hal seperti ini semakin sering ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Berbagai transaksi bisa dilakukan tanpa harus berpindah-pindah aplikasi, tetapi kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan perhatian terhadap pengeluaran.

Strategi Cerdas Menata Embedded Finance Untuk Finansial yang Stabil

Kemudahan dalam melakukan berbagai pembayaran memang membuat transaksi sehari-hari menjadi lebih praktis. Namun, proses yang cepat juga bisa membuat seseorang lebih mudah membeli sesuatu tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangannya.

Jika tidak diperhatikan, transaksi kecil yang dilakukan berulang kali bisa membuat pendapatan bulanan berkurang tanpa terasa. Karena itu, penting untuk tetap mencatat pengeluaran dan menyesuaikannya dengan anggaran yang sudah dibuat.

Berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan agar sistem keuangan yang terintegrasi tetap membantu, bukan justru membuat pengeluaran semakin sulit dikendalikan.

Buat pengaturan pembatasan auto-debit

Saat melakukan proses pembayaran untuk transaksi digital, fitur informasi kartu kredit dan otomatisasi pemotongan (auto-debit) memang memberikan kemudahan tersendiri.

Sayangnya, hal tersebut justru membuat Anda kehilangan waktu untuk berpikir ulang saat melakukan transaksi tersebut. Seringkai dengan adanya notifikasi pengingat batas pengeluaran membuat Anda bisa berpikir ulang sehingga terhindar dari risiko belanja secara impulsif. 

Batasi atau hindari penggunaan paylater

Opsi pembayaran paylater sering kali mengaburkan proses pembayaran bayar nanti yang sebenarnya adalah salah satu jenis hutang. Sebaiknya berikan batasan untuk menggunakan paylater contohnya hanya untuk pengeluaran kebutuhan produktif atau mendesak, bukan untuk kebutuhan konsumtif. 

Audit keuangan secara berkala

Banyak sekali fitur keuangan yang kita tambahkan tanpa disadari, misalnya fitur add-on finansial otomatis berupa perlindungan barang, berlangganan layanan mikro hingga biaya administrasi tambahan. Untuk itu, pastikan untuk melakukan audit keuangan secara berkala dengan cara memeriksa riwayat transaksi keuangan digital setiap bulannya. 

Agar pengeluaran tetap mudah dipantau, catat seluruh transaksi dari berbagai layanan dalam satu tempat. Catatan ini bisa dibuat secara manual atau menggunakan aplikasi keuangan agar jumlah pengeluaran terlihat dengan lebih jelas. Dengan cara tersebut, penggunaan embedded finance tetap praktis tanpa membuat kondisi keuangan sulit dikontrol.

Frequently Asked Questions

1. Apa yang dimaksud dengan embedded banking? 

Embedded banking merupakan sebuah integrasi layanan perbankan (seperti pembukaan rekening, transfer, pembayaran dan penyimpanan dana) secara langsung ke dalam aplikasi atau platform non-finansial. 

2. Apa pengertian FinTech menurut kalangan ahli? 

FinTech atau Teknologi Finansial adalah sebuah gabungan antara layanan jasa keuangan dan teknologi modern dengan tujuan untuk membuat transaksi serta proses keuangan menjadi efisien dan praktis. 

3. Apa saja 3 jenis fintech yang populer? 

Tiga jenis fintech (teknologi finansial) utama yang populer terdiri dari layanan pembayaran digital, pinjaman online serta manajemen investasi.